Teknologi Autonom Telah bisa di Aplikasikan di Alat Konstruksi dan Genset

Teknologi Autonom Telah bisa di Aplikasikan di Alat Konstruksi dan Genset

Noah Ready-Camp- bell membangun karirnya di Silicon Valley. Namun, usahanya yang terbaru, sebuah perusahaan robotic, Built Robotics, yang fokus pada pengembangan alat-alat konstruksi yang bekerja otonom (autonomous construction equipment), menunjuk kembali ke akarnya dan harapan bahwa dia bisa memajukan industri ini. Sebelum ia memulai karirnya di Google, dan sebelum dia melego bisnis toko konsinyasi online senilai $ 23 juta ke eBay, Ready-Campbell menghabiskan banyak waktu bekerja untuk ayahnya, seorang kontraktor di New England. Namun, ia menyebut dirinya hanya sebagai asisten tukang kayu.

Untuk genset sendiri biasa di terapkan saat pengoperasian genset secara otomatis. Genset biasa digunakan di lingkungan proyek untuk mensupply kebutuhan listrik, dengan adanya teknologi autonom, genset bisa beroperasi dengan otomatis. Anda bisa mendapatkannya di supplier jual genset Jakarta

Terlepas dari daya tariknya untuk kembali ke industri yang memiliki apa yang disebutnya dampak “nyata”, Ready-Campbell percaya bahwa dia dapat menggunakan keahlian yang dimilikinya untuk mengatasi dua hal terpenting dalam industri ini. Apa yang bisa dilakukan Solusi pertama Built Robotics untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja terampil dan rendahnya produktivitas di sektor konstruksi adalah Autonomous Track Loader (ATL).

ATL merupakan sebuah compact track loader yang dilengkapi dengan sensor-sensor kontrol mesin dan LiDAR yang memungkinkan mesin itu bekerja tanpa operator. Mesin ATL robotic didesain untuk pekerjaan konstruksi ringan seperti di perumahan dan townhouse. Ready-Campbell menjelaskan bahwa ATL, yang masih dalam taraf pengembangan, akan dapat melakukan “banyak sekali pekerjaan” pada jenis-jenis pekerjaan seperti penggalian, perataan material (tanah), pemadatan dan lain-lain. Komponen utama mesin ATL adalah LiDAR yang berfungsi sebagai mata dari mesin ini dengan memetakan lingkungan di sekeliling jobsite. Mesin itu juga dilengkapi dengan sensor-sensor GPS yang tidak hanya membantu dalam navigasi jobsite tetapi juga memungkinkannya untuk melakukan pekerjaan yang tepat berdasarkan rencanarencana kerja. “Anda dapat memberi mesin ini rencana tingkat tinggi untuk apa yang ingin Anda lakukan … dan kemudian mesin ini memperhitungkan apa yang perlu dilakukan dan kemudian ia berjalan dan melakukan itu tanpa operator di dalam kabin,” Ready-Campbell menjelaskan.

 

Dan meski ATL kelihatan sebagai mesin yang asing untuk pekerjaan-pekerjaan penggalian dan perataan, Ready-Campbell mengatakan alat ini sangat sesuai untuk pekerjaan-pekerjaan tersebut. “Anda biasanya tidak akan menggunakan unit-unit ini untuk menggali, tetapi kami menyukainya karena mesin  dipasang banyak attachment untuk bekerja. Anda bisa memasang sebuah attachment untuk mengerjakan apa saja,” ungkapnya berpromosi Ready-Campbell bilang bahwa Built berencana untuk mengembangkan platform otonom ini pada tipe-tipe mesin lain pada masa mendatang. Mengapa konstruksi? Meski industri otomotif cukup maju dalam mengembangkan teknologi otomasi, Ready-Campbell menyatakan alasan utama mengapa ia mendirikan Built Robotics adalah keyakinannya bahwa otomasi dapat diterapkan di site konstruksi lebih cepat daripada di jalan raya. “Orang-orang tidak akan mudah mempercayai mobil-mobil yang berjalan sendiri tanpa pengemudi hingga mereka bisa aman 99,9999 persen,” ujarnya.

 

Kendaraan-kendaraan itu harus lebih baik dari manusia sebelum mereka beroperasi di jalan raya. Menurutnya, mobil harus bereaksi sangat cepat sesuai dengan lingkungannya di jalan raya. “Teknologi ini perlu dapat bereaksi sedemikian rupa sehingga menyesuaikan dengan lingkungannya.” Sedangkan kondisi lingkungan di jobsite berbeda. “Lingkungan jobsite lebih terkontrol, mesin-mesin bergerak lebih perlahan, dan Anda bisa menghentikan mesin itu kapan saja Anda memerlukannya,” urainya. Ready-Campbell menjelaskan bahwa platform Built Robotics menggunakan geofences agar ATL tidak menyimpang dari jalur atau pekerjaan yang harus dilakukannya. ATL juga dilengkapi dengan saklar nirkabel untuk mematikan mesin dengan cepat dalam keadaan darurat.

 

Plus, setelan Built membuat kontrolkontrol mesin aktif, yang memungkinkan operator masuk ke dalam kabin dan mengambil alih pada saat itu juga. “Tujuan kami adalah membuat pekerjaan konstruksi lebih aman, makin cepat dan lebih terjangkau. Faktor-faktor utama di sini adalah kecepatan dan keterjangkauan. Produktivitas tenaga kerja untuk konstruksi per dolar telah turun 50 persen sejak tahun 1960-an,” kata ReadyCampbell, sembari mencatat bahwa industri-industri besar lain telah mengalami pertumbuhan pada saat bersamaan. “Alasannya, menurut saya, adalah bahwa upah telah naik seiring dengan biaya hidup dan kami tidak melakukan hal-hal di industri konstruksi dengan cara yang lebih baik daripada sebelumnya. “Segala sesuatu harus berubah. Agar ekonomi tetap menjadi lebih baik dan standar hidup terus meningkat, kita harus berinovasi.” Bagaimana respon industri? Tumbuh sangat dekat dengan industri ini sesuai dengan profesi orangtuanya sebagai kontraktor, Ready-Campbell tahu ada banyak orang yang skeptic dengan kehadiran mesin otonom ini. Meski ia tidak akan bisa meyakinkan setiap operator bahwa teknologi ini aman atau tidak akan membuat mereka kehilangan pekerjaan, dia mengatakan bahwa para operator yang telah melihat ATL beraksi mengerti dan menghargai maksudnya. “Kebanyakan orang dalam industri konstruksi tidak skeptis terhadap teknologi, tapi sangat praktis. Jika mereka punya masalah dan Anda mendapatkan solusi untuk itu, mereka biasanya cukup mudah menerima hal itu. Jadi, orang-orang yang telah melihat pekerjaan mesin ini tidak akan mengira alat ini akan mencuri pekerjaan mereka.

 

Mereka mengerti bahwa teknologi ini datang untuk mengambil alih pekerjaan level rendah,” ungkapnya. “Selalu ada sesuatu dalam pekerjaan yang tidak dapat Anda antisipasi dan saya pikir itulah peran yang terus berlanjut bagi operator berpengalaman. Ada begitu banyak bagian dari pekerjaan operator yang monoton atau yang berbahaya dan itu adalah pekerjaan yang harus dilakukan oleh mesin otonom ini.” Ready-Campbell mengatakan bahwa operator mesin sudah menjadi bagian penting dari pengembangan ATL. Menurutnya, sasaran utamanya adalah untuk membangun sebanyak mungkin naluri seperti operator kedalam kode ATL. “Kami telah melakukan banyak wawancara dan kami telah berbicara dengan banyak operator ahli dan mereka mengajari kami apa yang mereka cari. Kami benar-benar mencoba untuk berbicara dengan orangorang dan mendapatkan beberapa intuisi seputar bagaimana operator melakukan apa yang mereka lakukan dan kami menyaringnya sampai kode apa yang masuk ke perangkat lunak,” katanya. “Sebenarnya sangat mirip dengan menonton seorang operator manusia. Kami punya kontraktor yang datang dan mengatakan bahwa jika mereka tidak tahu tidak ada orang di dalam mesin itu, mereka akan mengira ada operator di dalamnya,” kenangnya. Inovasi ini berangkat dari situasi paska resesi di Amerika Serikat baru-baru ini di mana banyak kontraktor kesulitan mendapatkan pekerja-pekerja terampil untuk melakukan banyak pekerjaan konstruksi. Apakah otomasi peralatan ini bisa menjadi salah satu cara untuk meringankan beban itu, kita tunggu akhir dari cerita Ready-Campbell ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *