Ridho Listyorini

Penjelasan Raw File dan Image File pada Digital Photography

Ketika anda berhadapan dengan kamera digital atau Kamera SLR/ DSLR tentu anda akan menjumpai pilihan mengenai format gambar yang akan digunakan RAW file atau JPEG format file.  Menentukan file tersebut akan sangat berpengaruh dengan kualitas gambar yang akan dihasilkan nantinya. Seorang fotograph profesional dituntut untuk memiliki kepekaan terhadap pemilihan tsb.

Seting pada pengaturan awal kamera, baik itu JPG Fine/Normal – Large/Med/Small semua mungkin kita sudah memahami hanya dengan membaca parameter namanya tersebut. Format file Jpg banyak digunakan sebagai salah satu alternatif file yang bisa dibaca hampir semua jenis sistem operasi komputer dan smartphone.

teknik memotret

Tapi bukan seorang photograph profesional kalau sobat belum mencoba mengolah gambar pada jenis file format RAW.  Lalu apakah RAW file format itu? Berikut ulasanya;

RAW format file  merupkan format mentah dari sebuah gambar yang dihasilkan oleh kamera digital saat ini. RAW file format memiliki kapasitas yang sangat besar daripada JPEG/ JPG file format. Kok bisa demikian? Hal ini disebabkan karena format RAW ini semua informasi yang didapatkan oleh sensor akan langsung direkam mentah-mentah dan tanpa pemrosesan dari prosesor kamera.  Sehingga kualitas image/ gambar yang dihasilkan oleh RAW itu cenderung lebih sharp/ tajam, warna tidak flat, dan tidak punchy. 

Mungkin di sini kalian mulai bertanya-tanya, kok begitu? Nah di sini infotografi memberikan rahasia ke kalian, bahwa tanpa kita sadari, sesungguhnya gambar JPG itu sudah di edit oleh prosesor / image chip yang ada di dalam kamera (Nikon “ Expeed, Canon “ DIGIC), sehingga gambar yang keluar di layar itu terlihat bagus, tajam, warna cerah, dan semua hal-hal bagus lainnya. Hal ini menyebabkan informasi asli yang ditangkap oleh sensor kamera hilang akibat proses yang dilakukan oleh prosesor kamera.

RAW beda dengan JPG, dengan memotret RAW kita dapat menyimpan semua informasi yang ditangkap oleh sensor kamera, bahkan format gambar RAW dapat menyimpan hingga 4.39 Triliun warna, sangat signifikan jika dibandingkan dengan JPG yang hanya menyimpan 16 juta warna. Keren kan?

 

Mungkin setelah sobat mengetahui rahasia maka sobat akan mencoba teknik Memotret RAW setiap momennya.

Tunggu dulu, sebelum kita memulai menggunakan RAW, ada hal-hal yang perlu kita tahu tentang penggunaan format foto RAW :

1. Memakan disk Space yang Tinggi

Konsekuensi dari menyimpan 4.39 Triliun warna otomatis akan berpengaruh pada ukuran file. Sehingga perlu disiasati dengan berbagai penggunaan kartu memory dengan kapasitas penyimpanan yang besar.

2. Dibutuhkan Software Khusus Untuk Membuka File RAW.

Format RAW itu tidak bisa dibuka dengan mudah di semua aplikasi pembuka gambar, sehingga diperlukan software khusus seperti Adobe Lightroom untuk bisa benar-benar mendapatkan kelebihan format RAW

3. Memakan Waktu yang Lama

Time workflow adalah salah satu yang penting bagi seorang fotografer, dan penggunaan format RAW ini akan memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan JPG, karena pemrosesan gambar harus dilakukan secara manual. Bagi yang sedang dikejar deadline, penggunaan hal ini tentu bisa jadi masalah.

 

Tips : Gunakan RAW untuk fotografi yang menuntut kualitas dibanding kuantitas.…

Jenis dan Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil. 

Keputihan sering kali menjadi salah satu gangguan yang mencemaskan bagi ibu hamil. Selain itu, keputihan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengganggu ruang gerak ibu hamil. Apalagi jika keputihan yang keluar terlalu banyak, pasti akan membuat para ibu yang sedang hamil khawatir.

Bagi Bunda yang sedang mengalami keputihan, sebaiknya tidak diabaikan dan segera diatasi, sebab dapat mengakibatkan dampak negatif bagi kandungan. Berikut akan dibahas beberapa rangkuman mengenai macam-macam jenis keputihan dan penyebabnya yang wajib diketahui. Baca juga bahaya keputihan pada ibu hamil.

keputihan

kandidosis vulvova-ginal

Jenis yang pertama yaitu kandidosis vulvova-ginal, kondisi keputihan tersebut akan terjadi karena jamur berkembang biak terlalu berlebih di area vagina, yang merupakan akibat dari aktivitas/gerakan mikroorganisme jenis candida albicans. Pada kondisi keputihan ini, terdapat pemicu terjadinya antara lain: kondisi ibu hamil diabetes, mengonsumsi antibiotic berlebihan, kebiasaan mengenakan celana dalam yang tidak mudah menyerap keringat, dan kurang membersihkan area kewanitaan. Ciri-ciri keputihan ini, seperti: jenis cairan yang pekat, bau yang tajam, rasa gatal yang cukup parah dan mengganggu, sampai ke rasa sakit saat sedang buang air kecil. Apabila keputihan ini belum segera ditangani, maka akan berkembang dan menyebabkan kelahiran prematur dan menyebabkan kelahiran bayi dengan berat badan di bawah batas normal.

Vagi-nosis bakterialis.

Selanjutnya, yang kedua adalah jenis keputihan Vagi-nosis bakterialis. Ciri-ciri keputihan ini hampir sama dengan kandidosis vulvova-ginal, keputihan ini terjadi karena dampak lanjutan dari adanya perubahan ekosistem sekitar area genital, sehingga menyebabkan jumlah dari bakteri baik menjadi berkurang. Dampak buruk dari keputihan jenis ini yaitu bisa menimbulkan bayi lahir dalam keadaan prematur dan berat badan bayi sangat rendah.

Trikomoniasis

Lalu, jenis keputihan yang ketiga adalah Trikomoniasis. Jenis keputihan itu terjadi karena aktivitas mikroorganisme yang disebut-sebut trichomonas vagi-nalis dan biasa hidup di kandung kemih. Jenis protozoa ini biasanya ditularkan ketika hubungan suami istri. Ciri-ciri pada keputihan ini adalah terjadinya iritasi di daerah kewanitaan hingga menimbulkan rasa gatal dan panas, cairan keputihan berbau dan berbuih, cairan berwarna kuning kehijau-hijauan dan cukup pekat, bahkan bisa terjadi pendarahan setelah berhubungan. Pendarahan ini diakibatkan oleh peradangan yang terjadi di sekitar leher rahim. Baca informasi seputar ibu hamil lainya di https://ibu-hamil.id.…